Pengertian Infak dan Sedekah

Pengertian Infak dan Sedekah – Infaq pada dasarnya adalah pengeluaran sukalrela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki, sebanyak yang ia kehendakinya. Menurut bahasa infaq berasal dari kata “anfaqa” yang berarti mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Sedangangkan menurut islilah syari’at, infaq adalah mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam. Infaq berbeda dengan zakat, infaq tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang ditentukan secara hukum. Dalil yang mendasari infaq sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an (Al-Imran:4 )

Adapun urgensi infaq bagi seorang muslim antara lain:

Infaq merupakan bagian dari keimanan dari seorang muslim
Orang yang enggan berinfaq adalah orang yang menjatuhkan diri dalam kebinasaan.
Di dalam ibadah terkantung hikmah dan manfaat besar.

hikmah dan mamfaat infaq adalah sebagai realisasi iman kepada Allah, merupakan sumber dana bagi pembangunan sarana maupun prasarana yang dibutuhkan ummat Islam, menolong dan membantu kaum dhu’afa.

Sedangkan pengertian shadaqoh sama dengan pengertian infaq sama juga hukum dan ketentuannya, perbedaannya adalah infaq hanya berkaitkan dengan meteri sedangan shadaqoh memiliki arti luas menyangkut juga hal yang bersifat non mareril. Hadist riwayat imam muslim Abu Zar, Rasulullah menyatakan bahwa tidak mampu bersedekah dengan harta, membaca tasbih, tahmid, tahlit, berhubungan suami istri atau melakukan kegiatan amar ma’aruf nahi mungkar adalah sedekah.

Rasulullah Muhammad SAW selalu mendorong umatnya berinfaq dan shodaqoh baik di kala lapang maupun sempit. Donasi yang terkumpul akan dikelola secara amanah dan profesional menurut syar’I untuk proses kemandirian anak-anak yatim melalui program-program pemberdayaan, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, maupun aksi sosial.

Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdo’a setiap pagi dan sore :

“Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : “Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran”.

Read This Content ( 6204 X )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا » وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. HR al-Bukhari (no. 4998 dan 5659).

About the author  ⁄ 

Related Posts

One Comment

Leave a Comment